Sebuah requiem yang indah untuk Andrew Wood dan perayaan persahabatan yang melampaui kematian, menampilkan desain grafis yang ikonis seperti sampul album Temple of the Dog yang sederhana namun penuh makna—foto hitam putih patung naga Cina yang melambangkan kekuatan dan perlindungan—atau potret Chris Cornell dan Eddie Vedder yang bernyanyi bersama dalam satu mikrofon, simbol dari “I don’t mind stealing bread from the mouths of decadence,” dicetak dengan presisi tinggi untuk menangkap setiap nuansa emosional dan keabadian visualnya. Kaos ini dibuat dari katun ringan 100% premium yang telah melalui proses garment-washed untuk mendapatkan kelembutan dan tekstur vintage yang otentik, dengan potongan oversized yang sengaja longgar memberikan siluet yang reflektif dan cocok untuk segala suasana—dari mendengarkan “Say Hello 2 Heaven” dalam kesendirian hingga mengenang persahabatan yang pernah ada. Konstruksi solid dengan jahitan bahu yang diperkuat dan leher ribbed yang elastis memastikan ketahanan. Lebih dari sekadar kaos, ini adalah doa untuk yang telah pergi, sebuah pengakuan bahwa “twenty-five years later, we’re still hungry,” simbol bahwa cinta dan kehilangan adalah dua sisi dari koin yang sama, dan pernyataan bahwa beberapa album dibuat bukan untuk chart, tetapi untuk menyembuhkan luka—dan dalam prosesnya, mereka menyembuhkan jutaan orang lain juga.

Temple of the Dog Oversized Tee
Rp300.000
Persembahan untuk sahabat, kolaborasi supergrup yang lahir dari duka. Kaos oversized dengan desain ikonis Temple of the Dog—logo tipografi sederhana, ilustrasi album debut self-titled, atau potret Chris Cornell dan Eddie Vedder—yang merayakan persahabatan, kesedihan yang diubah menjadi seni, dan momen ketika dua legenda bernyanyi bersama untuk pertama kalinya. Dibuat untuk mereka yang percaya bahwa musik terbaik lahir dari hati yang paling terluka.
| Size | L, M, XL, XXL |
|---|---|
| Colour | Black, Light Grey |




Reviews
There are no reviews yet.